Showing posts with label Dunia hewan. Show all posts
Showing posts with label Dunia hewan. Show all posts

Tuesday, February 15, 2011

Peneliti: Jangan Sepelekan Kecerdasan Domba


Penelitian terbaru ternyata mengungkapkan hal yang selama ini di luar perkiraan orang. Domba ternyata tidak sebodoh yang dikira selama ini.

Dr Laura Avanzo dan Dr Jeniffer Morton dari University of Cambridge mengatakan bahwa domba atau biri-biri ternyata cukup cerdas dan dapat membuat sebuah keputusan yang mandiri.

"Domba hidup dalam sebuah kumpulan dan mereka kadang terlihat bodoh. Namun, saat Anda menemuinya sebagai sebuah individu, mereka bisa berlaku dengan cara yang berbeda," kata Dr Morton.

Dr Avanzo dan Dr Morton mengatakan, hal ini mirip dengan manusia di mana mereka bisa bersikap berbeda ketika mereka berada dalam sebuah kawanan dan dalam keadaan sendiri.

Temuan ini sendiri terjadi secara kebetulan, di saat peneliti hendak melakukan riset tentang Penyakit Huntington, yakni penyakit bawaan yang menyebabkan seseorang menjadi demensia atau pikun.

Dalam penelitian mereka, tujuh biri-biri betina jenis Ovis aries disertakan dalam serangkaian ujicoba. Mereka dihadapkan pada sepasang tempat makan berwarna berbeda, salah satunya diisi dengan makanan.

Kemudian mereka dihadapkan sepasang tempat makan yang dengan pola warna berbeda. Namun, ternyata berhasil belajar untuk belajar pola yang baru.

Menurut peneliti, biasanya hanya manusia dan primata-primata lain yang bisa merespon perubahan ini dengan mudah. Kebanyakan binatang besar berjuang keras untuk bisa melakukan hal itu. Sebab ini melibatkan bagian otak bernama prefrontal cortex.

Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa domba ternyata bisa lulus dalam sebuah psikotes yang biasanya gagal dilalui oleh monyet.

Domba juga memiliki ingatan yang sangat tajam. Ia mengingat teman-temannya selama dua tahun terakhir. Mereka bisa mengingat wajah baik wajah domba lain, maupun wajah manusia, bahkan mampu mengenalinya melalui gambar di foto. Oleh karenanya, kini para peneliti tak lagi meremehkan kecerdasan seekor domba.

sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/204567-peneliti--jangan-sepelekan-kecerdasan-domba

Peneliti: Jangan Sepelekan Kecerdasan Domba


Penelitian terbaru ternyata mengungkapkan hal yang selama ini di luar perkiraan orang. Domba ternyata tidak sebodoh yang dikira selama ini.

Dr Laura Avanzo dan Dr Jeniffer Morton dari University of Cambridge mengatakan bahwa domba atau biri-biri ternyata cukup cerdas dan dapat membuat sebuah keputusan yang mandiri.

"Domba hidup dalam sebuah kumpulan dan mereka kadang terlihat bodoh. Namun, saat Anda menemuinya sebagai sebuah individu, mereka bisa berlaku dengan cara yang berbeda," kata Dr Morton.

Dr Avanzo dan Dr Morton mengatakan, hal ini mirip dengan manusia di mana mereka bisa bersikap berbeda ketika mereka berada dalam sebuah kawanan dan dalam keadaan sendiri.

Temuan ini sendiri terjadi secara kebetulan, di saat peneliti hendak melakukan riset tentang Penyakit Huntington, yakni penyakit bawaan yang menyebabkan seseorang menjadi demensia atau pikun.

Dalam penelitian mereka, tujuh biri-biri betina jenis Ovis aries disertakan dalam serangkaian ujicoba. Mereka dihadapkan pada sepasang tempat makan berwarna berbeda, salah satunya diisi dengan makanan.

Kemudian mereka dihadapkan sepasang tempat makan yang dengan pola warna berbeda. Namun, ternyata berhasil belajar untuk belajar pola yang baru.

Menurut peneliti, biasanya hanya manusia dan primata-primata lain yang bisa merespon perubahan ini dengan mudah. Kebanyakan binatang besar berjuang keras untuk bisa melakukan hal itu. Sebab ini melibatkan bagian otak bernama prefrontal cortex.

Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa domba ternyata bisa lulus dalam sebuah psikotes yang biasanya gagal dilalui oleh monyet.

Domba juga memiliki ingatan yang sangat tajam. Ia mengingat teman-temannya selama dua tahun terakhir. Mereka bisa mengingat wajah baik wajah domba lain, maupun wajah manusia, bahkan mampu mengenalinya melalui gambar di foto. Oleh karenanya, kini para peneliti tak lagi meremehkan kecerdasan seekor domba.

sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/204567-peneliti--jangan-sepelekan-kecerdasan-domba

Kera Siamang 'Bicara' dengan Aksen Berbeda



Kera Siamang ternyata tak banyak berbeda dengan manusia dalam kepandaian mereka berbahasa.

Seperti dikutip dari situs DailyMail, kera Siamang memiki bahasa sendiri. Yang cukup mengejutkan, kera ini ternyata juga memiliki aksen yang berbeda satu sama lain.

Biasanya, Siamang bernyanyi untuk berkomunikasi satu sama lain atau main-main. Mereka juga menggunakan lagu untuk menandai wilayah kekuasaan mereka atau menarik pasangan. Siamang yang telah berpasangan, akan bernyanyi secara duet untuk memperkuat ikatan mereka.

Para ilmuwan yang menganalisa model-model lagu yang dinyanyikan oleh primata-primata di hutan Asia China, Laos, Kamboja, dan Vietnam. Ternyata, mereka mendapatkan jenis lagu yang berbeda tak hanya untuk setiap spesies berbeda, namun juga berbeda berdasarkan wilayah mereka berasal. Mereka bisa dikelompokkan menjadi Siamang yang beraksen utara dan selatan.

Sekelompok ilmuwan primata Jerman telah meneliti 400 sampel lagu Siamang meliputi 92 duet dan menganalisa semuanya dengan 53 parameter akustik.

Dari hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal BMC Evolutionary Biology, ternyata nyanyian Siamang tak cuma bisa mengungkap asal daerah mereka, tapi juga masa lalu migrasi mereka.

Give us a song: Gibbons sing to each other in regional accents - and the divide between the northerners and southerners is the most pronounced, research shows

Misalnya Siamang Kamboja, Laos, dan Vietnam yang memiliki kedekatan DNA. Kendati mereka memiliki pola-pola lagu yang agak berlainan, pada dasanya mereka bisa diklasifikasikan ke dalam satu daerah.

Namun, spesies Siamang yang berasal dari Vietnam utara dan China memiliki aksen yang berbeda dari kerabatnya yang berasa dari bagian selatan. Sementara spesies Siamang yang berasal dari lokasi yang lebih utara lagi, memiliki lagu yang semakin berbeda dengan kerabatnya di selatan.

Peneliti menemukan bahwa struktur lagu Siamang tidak hanya menjadi alat yang bisa diandalkan untuk memastikan kekerabatan, namun juga untuk menguntai asal lokasi geografik mereka.

"Setiap Siamang memiliki variabel lagunya sendiri, namun seperti halnya manusia, ada kesamaan (pola lagu) antara Siamang yang memiliki asal yang sama," kata Van Ngoc Thinh, salah satu tim riset kepada DailyMail.

sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/203845-kera-siamang--bicara--dengan-aksen-berbeda

Kera Siamang 'Bicara' dengan Aksen Berbeda



Kera Siamang ternyata tak banyak berbeda dengan manusia dalam kepandaian mereka berbahasa.

Seperti dikutip dari situs DailyMail, kera Siamang memiki bahasa sendiri. Yang cukup mengejutkan, kera ini ternyata juga memiliki aksen yang berbeda satu sama lain.

Biasanya, Siamang bernyanyi untuk berkomunikasi satu sama lain atau main-main. Mereka juga menggunakan lagu untuk menandai wilayah kekuasaan mereka atau menarik pasangan. Siamang yang telah berpasangan, akan bernyanyi secara duet untuk memperkuat ikatan mereka.

Para ilmuwan yang menganalisa model-model lagu yang dinyanyikan oleh primata-primata di hutan Asia China, Laos, Kamboja, dan Vietnam. Ternyata, mereka mendapatkan jenis lagu yang berbeda tak hanya untuk setiap spesies berbeda, namun juga berbeda berdasarkan wilayah mereka berasal. Mereka bisa dikelompokkan menjadi Siamang yang beraksen utara dan selatan.

Sekelompok ilmuwan primata Jerman telah meneliti 400 sampel lagu Siamang meliputi 92 duet dan menganalisa semuanya dengan 53 parameter akustik.

Dari hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal BMC Evolutionary Biology, ternyata nyanyian Siamang tak cuma bisa mengungkap asal daerah mereka, tapi juga masa lalu migrasi mereka.

Give us a song: Gibbons sing to each other in regional accents - and the divide between the northerners and southerners is the most pronounced, research shows

Misalnya Siamang Kamboja, Laos, dan Vietnam yang memiliki kedekatan DNA. Kendati mereka memiliki pola-pola lagu yang agak berlainan, pada dasanya mereka bisa diklasifikasikan ke dalam satu daerah.

Namun, spesies Siamang yang berasal dari Vietnam utara dan China memiliki aksen yang berbeda dari kerabatnya yang berasa dari bagian selatan. Sementara spesies Siamang yang berasal dari lokasi yang lebih utara lagi, memiliki lagu yang semakin berbeda dengan kerabatnya di selatan.

Peneliti menemukan bahwa struktur lagu Siamang tidak hanya menjadi alat yang bisa diandalkan untuk memastikan kekerabatan, namun juga untuk menguntai asal lokasi geografik mereka.

"Setiap Siamang memiliki variabel lagunya sendiri, namun seperti halnya manusia, ada kesamaan (pola lagu) antara Siamang yang memiliki asal yang sama," kata Van Ngoc Thinh, salah satu tim riset kepada DailyMail.

sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/203845-kera-siamang--bicara--dengan-aksen-berbeda

Ilmuwan Temukan Jenis Nyamuk Baru


Satu jenis nyamuk baru telah berhasil diidentifikasi. Nyamuk itu berasal dari sub group Anopheles gambiae, spesies yang bertanggung jawab atas sebagian besar penyebaran malaria di seluruh Afrika.

Seperti dikutip dari Science, para ilmuwan yang menemukan spesies nyamuk baru itu khawatir karena nyamuk tersebut sangat mudah terkena parasit yang menyebabkan penyakit tersebut.

“Sampai saat ini, nyamuk jenis baru itu belum diklasifikasikan karena ia tinggal di kawasan yang jauh dari daerah di mana kami melakukan penelitian dan mengambil sampel,” kata Michelle Riehle, peneliti dari Pasteur Institute, Perancis.

Bersama rekan-rekannya yang melakukan penelitian di Burkina Faso, Riehle mengumpulkan nyamuk dari genangan serta kolam yang ada di sekitar perkampungan penduduk selama empat tahun.

Setelah diteliti, mereka menemukan bahwa nyamuk ini secara genetik berbeda dengan Anopheles gambiae yang sudah pernah tercatat sebelumnya.

Untuk itu, peneliti kemudian mengembangbiakkan nyamuk tersebut di laboratorium agar mendapatkan keturunan serta mengujicoba tingkat kerentanan mereka terhadap parasit yang bertanggung jawab terhadap penyakit malaria.

“Hasilnya, ternyata nyamuk ini sangat ringkih,” kata Riehle. “Bahkan lebih ringkih dibanding beberapa nyamuk biasa yang kita temukan di rumah,” ucapnya.

Meski demikian, Ken Vernick, salah satu peneliti lain dari Pasteur Institute menyebutkan bahwa mereka belum dapat mengetahui secara persis dampak tipe nyamuk yang baru ditemukan ini terhadap penyebaran malaria di kawasan tersebut.

sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/204750-ilmuwan-temukan-jenis-nyamuk-baru

Ilmuwan Temukan Jenis Nyamuk Baru


Satu jenis nyamuk baru telah berhasil diidentifikasi. Nyamuk itu berasal dari sub group Anopheles gambiae, spesies yang bertanggung jawab atas sebagian besar penyebaran malaria di seluruh Afrika.

Seperti dikutip dari Science, para ilmuwan yang menemukan spesies nyamuk baru itu khawatir karena nyamuk tersebut sangat mudah terkena parasit yang menyebabkan penyakit tersebut.

“Sampai saat ini, nyamuk jenis baru itu belum diklasifikasikan karena ia tinggal di kawasan yang jauh dari daerah di mana kami melakukan penelitian dan mengambil sampel,” kata Michelle Riehle, peneliti dari Pasteur Institute, Perancis.

Bersama rekan-rekannya yang melakukan penelitian di Burkina Faso, Riehle mengumpulkan nyamuk dari genangan serta kolam yang ada di sekitar perkampungan penduduk selama empat tahun.

Setelah diteliti, mereka menemukan bahwa nyamuk ini secara genetik berbeda dengan Anopheles gambiae yang sudah pernah tercatat sebelumnya.

Untuk itu, peneliti kemudian mengembangbiakkan nyamuk tersebut di laboratorium agar mendapatkan keturunan serta mengujicoba tingkat kerentanan mereka terhadap parasit yang bertanggung jawab terhadap penyakit malaria.

“Hasilnya, ternyata nyamuk ini sangat ringkih,” kata Riehle. “Bahkan lebih ringkih dibanding beberapa nyamuk biasa yang kita temukan di rumah,” ucapnya.

Meski demikian, Ken Vernick, salah satu peneliti lain dari Pasteur Institute menyebutkan bahwa mereka belum dapat mengetahui secara persis dampak tipe nyamuk yang baru ditemukan ini terhadap penyebaran malaria di kawasan tersebut.

sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/204750-ilmuwan-temukan-jenis-nyamuk-baru

Sunday, February 13, 2011

Misteri Lompatan Kutu Loncat Terpecahkan



Kutu loncat mampu melompat sejauh 200 kali dari panjang tubuhnya sendiri. Apa kuncinya?

Para ilmuwan dari Cambridge University belum lama ini berhasil memecahkan misteri seputar bagaimana kutu loncat mampu melompat dengan cepat dan jarak yang begitu jauh.

Sebelumnya para peneliti telah mengetahui bahwa kutu loncat memiliki kemampuan untuk melompat sejauh 200 kali dari panjang tubuhnya sendiri. Namun, selama ini belum diketahui bagaimana kutu dapat mentransfer energi untuk melompat.

Melalui sebuah penelitian yang melibatkan perekaman video berkecepatan tinggi, ilmuwan menyimpulkan bahwa rahasia lompatan kutu loncat terletak pada kaki belakang mereka yang dapat berfungsi sebagai pengungkit.

Seperti dikutip dari situs BBC, selama ini terdapat dua pendapat mengenai kemampuan kutu ini melompat. Pandapat pertama mengatakan bahwa kutu bisa melompat ke atas dengan mengandalkan lutut mereka.

Sementara pendapat lain mengatakan bahwa sebuah bagian tubuh yang melalui beberapa sendi di kaki belakang kutu, bisa berfungsi seperti per yang dapat membuat kutu melenting jauh.

Pada penelitian terbarunya, Dr Gregory Sutton dan Profesor Malcolm Burrows dari University of Cambridge, menyimpulkan bahwa kutu loncat memiliki semacam tulang besar di bagian kaki.

Struktur tulang ini membantu kutu untuk mendapatkan traksi (gaya tarikan) yang setiap saat bisa dilepas. Saat dilepas, kaki belakang kutu yang sedang dalam kondisi 'meringkuk' akan menghentak tanah sehingga terdorong ke atas seperti sebuah per yang dilepas.

Diagram of a flea's leg (Image: Journal of Experimental Biology)

"Bila Anda memperhatikan aksi dan pergerakan yang dilakukan binatang, banyak yang memiliki sistem yang lebih baik dari pada sistem mesin modern," kata Dr Sutton kepada situs BBC.

Dari penelitian mereka, terungkap pula bahwa kutu loncat tidak mau melompat ketika gelap. Selain itu, ia selalu melompat ke arah yang sama.

Sayangnya, hingga kini para peneliti belum mampu mengungkap bagaimana cara kutu loncat untuk bisa mengunci 'per' di kaki mereka, sesaat sebelum mereka melompat.

"Ini memang menunjukkan bahwa masih sangat sedikit hal yang kita ketahui tentang kemampuan dari serangga yang paling sering kita jumpai," kata Sutton.

sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/204229-misteri-lompatan-kutu-loncat-terpecahkan

Misteri Lompatan Kutu Loncat Terpecahkan



Kutu loncat mampu melompat sejauh 200 kali dari panjang tubuhnya sendiri. Apa kuncinya?

Para ilmuwan dari Cambridge University belum lama ini berhasil memecahkan misteri seputar bagaimana kutu loncat mampu melompat dengan cepat dan jarak yang begitu jauh.

Sebelumnya para peneliti telah mengetahui bahwa kutu loncat memiliki kemampuan untuk melompat sejauh 200 kali dari panjang tubuhnya sendiri. Namun, selama ini belum diketahui bagaimana kutu dapat mentransfer energi untuk melompat.

Melalui sebuah penelitian yang melibatkan perekaman video berkecepatan tinggi, ilmuwan menyimpulkan bahwa rahasia lompatan kutu loncat terletak pada kaki belakang mereka yang dapat berfungsi sebagai pengungkit.

Seperti dikutip dari situs BBC, selama ini terdapat dua pendapat mengenai kemampuan kutu ini melompat. Pandapat pertama mengatakan bahwa kutu bisa melompat ke atas dengan mengandalkan lutut mereka.

Sementara pendapat lain mengatakan bahwa sebuah bagian tubuh yang melalui beberapa sendi di kaki belakang kutu, bisa berfungsi seperti per yang dapat membuat kutu melenting jauh.

Pada penelitian terbarunya, Dr Gregory Sutton dan Profesor Malcolm Burrows dari University of Cambridge, menyimpulkan bahwa kutu loncat memiliki semacam tulang besar di bagian kaki.

Struktur tulang ini membantu kutu untuk mendapatkan traksi (gaya tarikan) yang setiap saat bisa dilepas. Saat dilepas, kaki belakang kutu yang sedang dalam kondisi 'meringkuk' akan menghentak tanah sehingga terdorong ke atas seperti sebuah per yang dilepas.

Diagram of a flea's leg (Image: Journal of Experimental Biology)

"Bila Anda memperhatikan aksi dan pergerakan yang dilakukan binatang, banyak yang memiliki sistem yang lebih baik dari pada sistem mesin modern," kata Dr Sutton kepada situs BBC.

Dari penelitian mereka, terungkap pula bahwa kutu loncat tidak mau melompat ketika gelap. Selain itu, ia selalu melompat ke arah yang sama.

Sayangnya, hingga kini para peneliti belum mampu mengungkap bagaimana cara kutu loncat untuk bisa mengunci 'per' di kaki mereka, sesaat sebelum mereka melompat.

"Ini memang menunjukkan bahwa masih sangat sedikit hal yang kita ketahui tentang kemampuan dari serangga yang paling sering kita jumpai," kata Sutton.

sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/204229-misteri-lompatan-kutu-loncat-terpecahkan

'Ikan Duyung' Gegerkan Kepulauan Selayar


Juma Ali dengan 'ikan duyung' temuannya

Selasa pagi, 11 Januari 2011, warga Dusun Tongke-Tongke, Desa Lowa, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, mendadak gempar. Pasalnya, ditemukan seekor makhluk laut sejenis ikan yang diyakini warga setempat merupakan penjelmaan manusia dan hewan laut. Para nelayan di situ bahkan meyakini itu seekor 'ikan duyung'.

Belum jelas, apa sebetulnya makhluk aneh ini.

Hewan berkelamin betina ini ditemukan warga Dusun Tongke-Tongke bernama Juma Ali (40), terdampar di pesisir pantai Bala-Bala Desa Lowa. Sesaat sebelum ditemukan, makhluk laut yang disebut-sebut penduduk sejatinya seorang manusia asal Kota Kendari yang dikutuk sihir ini, nyaris tak dapat menyambung nafas.

Pasalnya, tubuh hewan laut tersebut telah ditempeli sejumlah gomi--sejenis lintah penghisap darah--sebesar telapak tangan orang dewasa. Beruntung, Juma Ali dapat menanggalkan lintah-lintah laut itu.

Setelah itu, Juma Ali mencoba mengembalikan hewan langka itu ke laut. Akan tetapi, 'ikan duyung' ini seperti selalu menolak meronta-ronta. Juma Ali lalu memutuskan untuk memeliharanya. Seutas tali diikatkannya di bagian ekor. Tujuannya: sebagai tolak bala, untuk menghindarkan Dusun Tongke-tongke dari hantaman badai dan gelombang pasang yang sedang mengamuk belakangan ini.

Semenjak menemukan hewan pemakan rumput laut itu, Juma Ali jadi sibuk bukan kepalang. Dia nyaris tidak lagi dapat melaksanakan aktivitas rutinnya.
Tiap hari, dia harus memenuhi permintaan warga setempat dan juga aparat dari instansi pemerintah setempat yang datang ke situ untuk sekadar menyaksikan dan mengabadikan foto ikan langka ini.

Payahnya, mereka yang ramai datang berkunjung, jarang yang mau menyisipkan rupiah ke kocek Juma Ali. Jadilah Juma Ali, yang kadang harus melawan dingin untuk meladeni permintaan penonton, gigit jari sembari memendam dongkol.

Memasuki hari keenam makhluk aneh itu ditemukan, berbagai cerita mistik dan dongeng makin menyebar ke seantero kampung. Ada yang bilang 'ikan duyung' itu seperti selalu malu-malu kucing jika didekati orang laki-laki. Yang lain lagi berkisah ia selalu menangis saat merasa terancam. Ada juga yang sampai bermimpi gawat: diancam makhluk itu bahwa bila tak segera dilepas ke laut bebas, maka Pulau Selayar dan sekitarnya segera akan musnah ditelan samudera.

sumber : http://ureport.vivanews.com/news/read/199772-sosok-ikan-duyung-hebohkan-kepulauan-selayar

'Ikan Duyung' Gegerkan Kepulauan Selayar


Juma Ali dengan 'ikan duyung' temuannya

Selasa pagi, 11 Januari 2011, warga Dusun Tongke-Tongke, Desa Lowa, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, mendadak gempar. Pasalnya, ditemukan seekor makhluk laut sejenis ikan yang diyakini warga setempat merupakan penjelmaan manusia dan hewan laut. Para nelayan di situ bahkan meyakini itu seekor 'ikan duyung'.

Belum jelas, apa sebetulnya makhluk aneh ini.

Hewan berkelamin betina ini ditemukan warga Dusun Tongke-Tongke bernama Juma Ali (40), terdampar di pesisir pantai Bala-Bala Desa Lowa. Sesaat sebelum ditemukan, makhluk laut yang disebut-sebut penduduk sejatinya seorang manusia asal Kota Kendari yang dikutuk sihir ini, nyaris tak dapat menyambung nafas.

Pasalnya, tubuh hewan laut tersebut telah ditempeli sejumlah gomi--sejenis lintah penghisap darah--sebesar telapak tangan orang dewasa. Beruntung, Juma Ali dapat menanggalkan lintah-lintah laut itu.

Setelah itu, Juma Ali mencoba mengembalikan hewan langka itu ke laut. Akan tetapi, 'ikan duyung' ini seperti selalu menolak meronta-ronta. Juma Ali lalu memutuskan untuk memeliharanya. Seutas tali diikatkannya di bagian ekor. Tujuannya: sebagai tolak bala, untuk menghindarkan Dusun Tongke-tongke dari hantaman badai dan gelombang pasang yang sedang mengamuk belakangan ini.

Semenjak menemukan hewan pemakan rumput laut itu, Juma Ali jadi sibuk bukan kepalang. Dia nyaris tidak lagi dapat melaksanakan aktivitas rutinnya.
Tiap hari, dia harus memenuhi permintaan warga setempat dan juga aparat dari instansi pemerintah setempat yang datang ke situ untuk sekadar menyaksikan dan mengabadikan foto ikan langka ini.

Payahnya, mereka yang ramai datang berkunjung, jarang yang mau menyisipkan rupiah ke kocek Juma Ali. Jadilah Juma Ali, yang kadang harus melawan dingin untuk meladeni permintaan penonton, gigit jari sembari memendam dongkol.

Memasuki hari keenam makhluk aneh itu ditemukan, berbagai cerita mistik dan dongeng makin menyebar ke seantero kampung. Ada yang bilang 'ikan duyung' itu seperti selalu malu-malu kucing jika didekati orang laki-laki. Yang lain lagi berkisah ia selalu menangis saat merasa terancam. Ada juga yang sampai bermimpi gawat: diancam makhluk itu bahwa bila tak segera dilepas ke laut bebas, maka Pulau Selayar dan sekitarnya segera akan musnah ditelan samudera.

sumber : http://ureport.vivanews.com/news/read/199772-sosok-ikan-duyung-hebohkan-kepulauan-selayar

Saturday, February 12, 2011

Fenomena Penyakit Langka Serang Paus

Headline

Beberapa ahli mamalia laut meyakini sedang terjadi fenomena langka, dimana ikan paus terserang penyakit di Kauai. Penyakit ini menyerang paus yang baru lahir.

Beberapa paus menderita scoliosis atau melengkungnya tulang belakang. Ini adalah penyakit yang sangat jarang terjadi. Namun kini menimpa beberapa hewan laut, termasuk paus dan lumba-lumba.

Koordinator mamalia laut di National Oceanic and Atmospheric Administration, Amerika Serikat, David Schofield mengatakan pihak berwenang percaya kondisi ini sudah muncul sejak lahir dan diderita sepanjang hidup.

Sebelumnya, muncul kemungkinan hewan itu cedera karena tabrakan dengan perahu namun hal ini dibantah oleh Schofield. Instruktur terbang di Kauai juga sempat melihat ikan paus bertubuh kurus dengan tulang belakang cacat.

“Ikan paus sepanjang 50 kaki ini tampak bengkok menjadi dua,” ujarnya.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1232002/fenomena-penyakit-langka-serang-paus

Fenomena Penyakit Langka Serang Paus

Headline

Beberapa ahli mamalia laut meyakini sedang terjadi fenomena langka, dimana ikan paus terserang penyakit di Kauai. Penyakit ini menyerang paus yang baru lahir.

Beberapa paus menderita scoliosis atau melengkungnya tulang belakang. Ini adalah penyakit yang sangat jarang terjadi. Namun kini menimpa beberapa hewan laut, termasuk paus dan lumba-lumba.

Koordinator mamalia laut di National Oceanic and Atmospheric Administration, Amerika Serikat, David Schofield mengatakan pihak berwenang percaya kondisi ini sudah muncul sejak lahir dan diderita sepanjang hidup.

Sebelumnya, muncul kemungkinan hewan itu cedera karena tabrakan dengan perahu namun hal ini dibantah oleh Schofield. Instruktur terbang di Kauai juga sempat melihat ikan paus bertubuh kurus dengan tulang belakang cacat.

“Ikan paus sepanjang 50 kaki ini tampak bengkok menjadi dua,” ujarnya.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1232002/fenomena-penyakit-langka-serang-paus

Rahasia Kesetiaan Cinta Kelelawar

Headline


Studi menunjukkan kelelawar memiliki kesetiaan seumur hidup, seperti manusia. Makhluk nokturnal ini memiliki struktur sosial sangat kuat menyerupai gajah dan lumba-lumba.

Satu-satunya mamalia bisa terbang ini diteliti ilmuwan Jerman selama lima tahun dengan observasi pada 20.000 ekor kelelawar. Mereka mampu mempertahankan kesetiaan abadi.

Profesor Gerald Kerth dari Greifswald University yang menerbitkan studi terbaru kelelawar di jurnal Proceedings of the Royal Society B memberikan wawasan baru dari kumpulan binatang kompleks ini.

“Studi menunjukan struktur sosial multi-level terjadi pada kelelawar liar. Sama sepeti gajah, lumba-lumba dan primata lainnya, termasuk manusia. Mereka mampu menjaga hubungan sosial meskipun tergabung dalam beberapa variabel kelompok,” kata Kerth.

Informasi tentang dinamika hubungan sosial dan interaksi antar individu sangat penting untuk memahami evolusi sosial binatang dalam jangka panjang.

"Dalam koloni yang lebih besar, kami mendeteksi dua sub-unit hubungan yang stabil terutama garis keturunan kelelawar," tulis studi tersebut.

Hasil penelitian ini memberi pemahaman baru tentang kompleksitas sosial dan kognisi sosial pada mamalia.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1226412/sst-rahasia-kesetiaan-cinta-kelelawar

Rahasia Kesetiaan Cinta Kelelawar

Headline


Studi menunjukkan kelelawar memiliki kesetiaan seumur hidup, seperti manusia. Makhluk nokturnal ini memiliki struktur sosial sangat kuat menyerupai gajah dan lumba-lumba.

Satu-satunya mamalia bisa terbang ini diteliti ilmuwan Jerman selama lima tahun dengan observasi pada 20.000 ekor kelelawar. Mereka mampu mempertahankan kesetiaan abadi.

Profesor Gerald Kerth dari Greifswald University yang menerbitkan studi terbaru kelelawar di jurnal Proceedings of the Royal Society B memberikan wawasan baru dari kumpulan binatang kompleks ini.

“Studi menunjukan struktur sosial multi-level terjadi pada kelelawar liar. Sama sepeti gajah, lumba-lumba dan primata lainnya, termasuk manusia. Mereka mampu menjaga hubungan sosial meskipun tergabung dalam beberapa variabel kelompok,” kata Kerth.

Informasi tentang dinamika hubungan sosial dan interaksi antar individu sangat penting untuk memahami evolusi sosial binatang dalam jangka panjang.

"Dalam koloni yang lebih besar, kami mendeteksi dua sub-unit hubungan yang stabil terutama garis keturunan kelelawar," tulis studi tersebut.

Hasil penelitian ini memberi pemahaman baru tentang kompleksitas sosial dan kognisi sosial pada mamalia.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1226412/sst-rahasia-kesetiaan-cinta-kelelawar